Senin, 28 Mei 2012



Hunger Games.
Gua suka banget sama cerita Hunger Games. Gua penggemar berat Hunger Games.
Waktu itu gua baca buku Hunger Games selesai 2 hari. Kelanjutan dari Hunger Games, Catching Fire, gua bacanya cuma 5 jam. Buku yang terakhir, Mockingjay, gua bacanya 2 hari gara-gara dipotong-potong sama kegiatan lain. Ketiga buku itu berhasil bikin gua nangis. 
Waktu itu juga gua abis nonton filmnya. Nangis juga gua pas nonton filmnya.hahaha
Atau gua aja ya yang cengeng?Tapi kata orang-orang di sekitar gua, gua bukan tipe orang yang cengeng.
Gua ngerasa kaya masuk ke ceritanya. Apalagi tentang romance-nya.
Gua ngebayangin kalau gua jadi salah satu pesertnaya. Awal-awalnya gua diperakuin seperti orang yang bener-bener penting. Dari baju, sampai fasilitasnya beda dari biasanya. Tapi pada akhirnya, gua akan masuk ke Hunger Games itu. Membunuh atau dibunuh?
Tapi bagian paling gua ga suka, gimana kalau gua suka sama peserta dari daerah yang sama kaya gua?Gua sama dia pasti saling membantu pada akhirnya.Meskipun cuma 1 orang yang bisa hidup. Berarti pada akhirnya berpisah. Gua ga suka perpisahan.
Tentang cerita di Hunger Games-nya sendiri. Kalau orang lebih suka kisah cintanya Katniss-Peeta-Gale.Gua lebih suka kisah cintanya Cato-Clove.
Cato dan Clove termasuk orang yang kejam. Tapi yaa menurut gua sih wajar. Kalau lu mau menang, lu harus berusaha.
Ada 1 perwakilan dari distrik 1, Glimmer, suka sama Cato. Gua kesel banget banget si Cato-nya juga yaa you know lah. Dianya cuek aja. Padahal gua kira Cato-nya saling suka. Tapi ternyata pas Glimmer tersengat tawon berbahaya, Cato malah pergi begitu aja. Padahal kalau lu suka sama seseorang, lu pasti nolongin dia kan?
Pas si Clove mau dibunuh sama Tresh, dia teriak-teriak nama Cato. Padahal dia kan orang yang tangguh dan dia punya pisau sendiri.
Cato telat nolongin Clove. Harusnya dia seneng kan akhirnya 1 peserta menghilang? Tapi dia malah berlutut di sebelah Cove,memegang tangannya,dan meminta Clove untuk tetap bersama dia. Tapi Clove tidak bisa bertahan dan akhirnya meninggal.
Padahal ketika itu Katniss dan Thresh masih ada di sekitar mereka. Cato ketika melihat musuhnya langsung mengejarnya. Tapi kenapa waktu itu beda?
Gua sadar bahwa Cato memang cinta dengan Clove. Tapi sepertinya penulis cerita ini ingin tentang kisah mereka jadi teka-teki.
Gua pengen banget Clove ngomong sama Cato : "Maaf kalau aku selana ini tidak peduli denganmu. Aku tidak suka melihat kau dan Glimmer seperti itu. Aku sadar bahwa aku ternyata orang yang sangat lemah."
Dan gua pengen banget Cato ngomong : " Pisau. Kau dengan pisaumu. Aku tidak menjadi target pisaumu. Tapi kematianmu sangat menusukku.Maafkan aku kalau aku tidak bisa menyelamatkanmu. Harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian. Aku juga seharusnya bilang kalau peraturannya diubah. 2 perwakilan dari 1 distrik yang sama bisa menjadi pemenang. Padahal kita bisa menang berdua. Walaupun aku menang, distrik 2 tidak sama lagi seperti dulu. Maafkan aku."

Ga tau kenapa gua pengen nangis pas nulis tentang ini. Gua seperti ngerasain gimana kalau gua jadi Cato. Penyesalan.
By the way, gua emang penggemar aktor yang jadi Cato. Alexander Ludwig.hahaha udah lama sih sebenernya. Semenjak film Race to the Witch mountain. Tapi dulu dia masih kecil. Kalau sekarang? Super ganteng. Kayaknya gua dari Taylor Lautner pindah deh ke Xander.hahaha

XOXO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar